Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Minggu, 27 November 2011

Manajemen Risiko

PENGERTIAN
Manajemen risiko adalah suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia
termasuk:Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu. Manajemen risiko tradisional terfokus pada risiko-risiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian, serta tuntutan hukum. Manajemen risiko keuangan, di sisi lain, terfokus pada risiko yang dapat dikelola dengan menggunakan instrumen-instrumen keuangan.
sasaran dari pelaksanaan manajemen risiko adalah untuk mengurangi risiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan
oleh lingkungan,teknologi manusia,organisasi dan politik. Di sisi lain pelaksanaan manajemen
risiko melibatkan segala cara yang tersedia bagi manusia, khususnya, bagi entitas manajemen risiko (manusia, staff, dan organisasi).

TUJUAN
Tujuan utama manajemen risiko keuangan adalah untuk meminimalkan potensi kerugian yang timbul dari perubahan tak terduga dalam harga mata uang, kredit, komoditas, dan ekuitas. Resiko volatilitas harga yang dihadapi ini disebut dengan resiko pasar. Risiko pasar terdapat dalam berbagai bentuk. Meskipun volatilitas harga atau tingkat, akuntan manajemen perlu mempertimbangkan resiko lainnya: (1) risiko likuiditas, timbul karena tidak semua produk manajemen dapat diperdagangkan secara bebas, (2) diskontinuitas pasar, mengacu pada risiko bahwa pasar tidak selalu menimbulkan perubahan harga secara bertahap, (3) risiko kredit, merupakan kemungkinan bahwa pihak lawan dalam kontrak manajemen risiko tidak dapat memenuhi kewajibannya, (4) risiko regulasi, adalah risiko yang timbul karena pihak otoritas public melarang penggunaan suatu produk keuangan untuk tujuan tertentu, (5) risiko pajak, merupakan risiko bahwa transaksi lindung nilai tertentu tidak dapat memperoleh perlakuan pajak yang diinginkan, dan (6) risiko akuntansi, adalah peluang bahwa suatu transaksi lindung nilai tidak dapat dicatat selain bagian dari transaksi yang hendak dilindung nilai.

PERANAN AKUNTANSI
Akuntansi manajemen memainkan peran yang penting dalam proses risiko manajemen. Mereka membantu dalam mengidentifikasikan eksposur pasar, mengkuantifikasi keseimbangan yang terkait dengan strategi respons risiko alternative, mengukur potensi yang dihadapi perusahaan terhadap risiko tertentu, mencatat produk lindung nilai tertentu dan mengevaluasi program lindung nilai. 

Kerangka dasar yang bermanfaat untuk mengidentifikasi berbagai jenis risiko market berpotensi dapat disebut sebagai pemetaan risiko. Kerangka ini diawali dengan pengamatan atas hubungan berbagai risiko pasar terhadap pemicu nilai suatu perusahaan dan pesaingnya. Pemicu nilai mengacu pada kondisi keuangan dan pos-pos kinerja operasi keuangan utama yang mempengaruhi nilai suatu perusahaan. Risiko pasar mencakup risiko kurs valuta asing dan suku bunga, serta risiko harga komoditas dan ekuitas. Mata uang Negara sumber pembelian mengalami penurunan nilai relative terhadap mata uang Negara domnestik, maka perubahan ini dapat menyebabkan pesaing domestic mampu menjual dengan harga yang lebih rendah, ini disebut sebagai risiko kompetitif mata uang yang dihadapi. Akuntan manajemen harus memasukkan suatu fungsi demikian probabilitas yang terkait dengan serangkaian hasil keluaran masing-masing pemicu nilai. Peran lain yang dimainkan oleh para akuntan dalam proses manajemen resiko meliputi proses kuantifikasi penyeimbangan yang berkaitan dengan alternative strategi respon risiko. Risiko kurs valuta asing adalah salah satu bentuk risiko yang paling umum dan akan dihadapi oleh perusahaan multinasional. Di dalam dunia kurs mengambang, manajemen risiko mencakup: (1) antisipasi pergerakan kurs, (2) pengukuran risiko kurs valuta asing yang dihadapi perusahaan, (3) perancangan strategi perlindungan yang memadai, dan (4) pembuatan pengendalian manajemen risiko internal. Manajer keuangan harus memiliki informasi mengenai kemungkinan arah, waktu, dan magnitude perubahan kurs dan dapat menyusun ukuran-ukuran defensive memadai dengan lebih efisien dan efektif

Potensi terhadap risiko valas timbul apabila perubahan kurs valas juga mengubah nilai aktiva bersih, laba, dan arus kas suatu perusahaan. Pengukuran akuntansi tradisional terhadap potensi risiko valas ini berpusat pada dua jenis potensi risiko: translasi dan transaksi.

Potensi risiko translasi mengukur pengaruh perubahan kurs valas terhadap nilai ekuivalen mata uang domestik atas aktiva dan kewajiban dalam mata uang asing yang dimiliki oleh perusahaan. Karena jumlah dalam mata uang asing umumnya ditranslasikan ke dalam nilai ekuivalen mata uang domestik untuk tujuan pengawasan manajemen atau pelaporan keuangan eksternal, pengaruh translasi itu menimbulkan dampak langsung terhadap laba yang diinginkan. Kelebihan antara aktiva terpapar resiko dengan kewajiban terpapar (yaitu pos-pos dalam mata uang asing yang ditranslasikan berdasarkan kurs kini) menyebabkan timbulnya posisi aktiva terpapar bersih. Posisi ini sering disebut potensi risiko positif. Devaluasi mata uang asing relatif terhadap mata uang pelaporan menimbulkan kerugian translasi. Revaluasi mata uang asing menghasilkan keuntungan translasi. Sebaliknya, jika perusahaan memiliki posisi kewajiban terpapar bersih atau potensi risiko negatif apabila kewajiban terpapar melebihi aktiva terpapar. Dalam kasus ini, devaluasi mata uang asing menyebabkan timbulnya keuntungan translasi. Revalusi mata uang asing menyebabkan kerugian translasi.
Potensi risiko transaksi, berkaitan dengan keuntungan dan kerugian nilai tukar valuta asing yang timbul dari penyelesaian transaksi yang berdenominasi dalam mata uang asing. Keuntungan dan kerugian transaksi memiliki dampak langsung terhadap arus kas. Laporan potensi risiko transaksi berisi pos-pos yang umumnya tidak muncul dalam laporan keuangan konvensional, tetapi menimbulkan keuntungan dan kerugian transaksi seperti kontrak forward mata uang asing, komitmen pembelian dan penjualan masa depan dan sewa guna usaha jangka panjang. 

Untuk meminimalkan atau menghilangkan potensi risiko tersebut, dibutuhkan strategi yang mencakup lindung nilai neraca, operasional, dan kontraktual. Lindung nilai neraca dapat mengurangi potensi risiko yang dihadapi perusahaan dengan menyesuaikan tingkatan dan nilai denominasi moneter aktiva dan kewajiban perusahaan yang terpapar. Lindung nilai operasional berfokus pada variabel-variabel yang mempengaruhi pendapatan dan beban dalam mata uang asing. Lindung nilai structural mencakup relokasi tempat manufaktur untuk mengurangi potensi risiko yang dihadapi perusahaan atau mengubah Negara yang menjadi sumber bahan mentah dan komponen manufaktur. Lindung nilai kontraktual dikembangkan untuk memberikan fleksibilitas yang lebih besar kepada para manajer dalam mengelola potensi risiko valas yang dihadapi. 

PERLAKUAN AKUNTANSI
FASB menerbitkan FAS No 133, yang diklarifikasi melalui FAS 149 pada bulan April 2003, untuk memberikan pendekatan tunggal yang komprehensif atas akuntansi untuk transaksi derivative dan lindung nilai. Provisi dasar standar ini adalah:
 -seluruh instrument derivative dicatat pada neraca sebagai aktiva dan kewajiban,
- keuntungan dan kerugian dari perubahan dalam nilai wajar instrument derivative bukankan aktiva
 atau kewajiban,
- lindung nilai haruslah sangat efektif agar layak mendapatkan perlakuan akuntansi khusus, yaitu keuntungan atau kerugian atas instrument lindung niai secara tepat harus mengimbangi keuntungan dan kerugian sesuatu yang dilindungi nilai
- hubungan lindung nilai haruslah terdokumentasi secara lengkap demi manfaat pemvaca laporan
- keuntungan atau keruhian dari investasi bersih dalam mata uang asing pada awalnya dicatat dalam laba komprehensif lainnya
- keuntungan atau kerugian lindung nilai terhadap arus kas masa depan yang belum pasti, seperti perkiraan penjualan ekspor, pada awalnya diakui sebagai bagian dari laba komprehensif.
Meskipun aturan penuntun yang dikeluarkan FASB dan IASB telah banyak mengklarifikasi pengakuan dan pengukuan derivative, masih saja terdapat beberapa masalah. Yang pertama berkaitan dengan nilai wajar. Kompleksitas pelaporan keuangan juga semakin meningkat jika lindung nilai dianggap sangatlah tidak efektif untuk mengimbangi risiko valas.

Minggu, 16 Oktober 2011

Investment Principle

Investasi adalah cara mengatur uang dengan maksud mendapatkan return yang lebih besar dimasa mendatang. Memilih investasi dengan cara :
1.Berdasarkan Risk rasio
2.Return investasi itu sendiri
Dan tabungan adalah investasi yang paling sedikit resikonya apa bila memilih investasi return dan risknya di amati dan di bandingkan dengan tabungan
Adapun resiko berinvestasi ada 2 hal yang paling ditakuti oleh investor 1.Turunya nilai investasi, 2.Sulitnya produk investasi itu dijual,
1.Turunya nilai investasi adalah jika kita berinvestasi kita harus memperhitungkan berapa persen penurunan 5 persen 15 persen 50 persen bahkan 100 persen, jangan mengharapkan keuntungan diinvestasi karena kerugian ada dimana, karena di dalam kerugian akan menuju kesuksesan.dan memperbanya pengalaman mengenai investasi
2. Sulitnya produk investasi itu dijual Rasio ini yang paling ditakuti karena apakah bias dijual/diuangkan kembali.sekarang orang senag berinvestasi kedalam emas karena emas mudah dijual.intinya sebelum meinvestasikan uang anda ketahui dulu mudah apa tidak untuk dijual kembali jangan sampai atau hindari investasi yang tidak bias dijual lagi.
Cara mengurangi resiko investasi dengan membuat portofolio investasi jika inginkan keuntungan kita harus berani mengambil resiko.
Proses keputusan investasi adalah sebagai berikut
1.penentuan tujuan apakah jangka panjang atau jangka pendek dan target return yang dicapai
2.Penentuan kebijakan investasi mengetahui Risk profil (karateristik resiko) apakah menghindari resiko atau mengabil resiko tersebut
Prinsip Prinsip Investasi ada lima prinsip1.risk dan return investasi,2.jangka panjang atau jangka pendek,3.market timing,4.konsentrasi dan diversifikasi,5.perlindungan terhadap modal
Risk and Return Investasi
Jenis-jenis Risiko dalam Investasi Saham di Pasar Modal
Risiko yang dapat menyebabkan penyimpangan tingkat pengembalian investasi dapat dikelompokan yaitu:
Systematic risk
Systematic risk disebut juga risiko pasar karena berkaitan dengan perubahaan yang terjadi di pasar secara keseluruhan, risiko ini terjadi karena kejadian diluar kegiatan perusahaan, seperti
Risiko inflasi
Inflasi akan mengurangi daya beli uang sehingga tingkat pengembalian setelah disesuaikan dengan inflasi dapat menurunkan hasil dari investasi tersebut.
Risiko nilai tukar mata uang (kurs)
Perubahan nilai investasi yang disebabkan oleh nilai tukar mata uang asing menjadi risiko dalam investasi.
Risiko tingkat suku bunga
Jika suku bunga naik maka return investasi yang terkait dengan suku bunga, misalnya suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) akan naik ini dapat menarik minat investor saham untuk memindahkan dana ke Sertifikat Bank Indonesia, sehingga banyak yang akan menjual saham dan harga saham akan turun oleh karena itu perubahan suku bunga akan mempengaruhi variabelitas return suatu investasi.
Systematic risk disebut juga undiversible risk karena risiko ini tidak dapat dihilangkan atau diperkecil melalui pembentukan portofolio.
Jangka Panjang dan Jangka Pendek
Hutang jangka panjang adalah kewajiban kepada pihak tertentu yang harus dilunasi dalam jangka waktu lebih dari satu perioda akuntansi (1 th) dihitung dari tanggal pembuatan neraca per 31 Desember. Pembayaran dilakukan dengan kas namun dapat diganti dengan asset tertentu. Dalam operasional normal perusahaan, rekening hutang jangka panjang tidak pernah dikenai oleh transaksi pengeluaran kas. Pada akhir perioda akuntansi bagian tertentu dari hutang jangka panjang berubah menjadi hutang jangka pendek. Untuk itu harus dilakukan penyesuaian untuk memindahkan bagian hutang jangka panjang yang jatuh tempo menjadi hutang jangka pendek
Timbulnya Hutang Jangka Panjang
Saat skala operasional perusahaan berkembang atau dalam membangun suatu perusahaan  dibutuhkan sejumlah dana. Dana yang diperlukan untuk  Investasi dalam aktiva tetap yang akan memberikan manfa’at dalam jangka panjang sebaiknya diperoleh dari hutang jangka panjang atau dengan menambah modal. Dalam hal ini perusahaan memiliki dua pilihan yaitu menarik hutang jangka panjang misalnya obligasi atau menambah modal sendiri dengan mengeluarkan saham.
Ada beberapa kelebihan menarik hutang jangka panjang melalui obligasi dibanding menambah modal sendiri dengan mengeluarkan saham.
Keuntungan menarik obligasi
Pemegang obligasi tidak mempunyai hak suara dalam kebijakan perusahaan sehingga tidak mempengaruhi manajemen.
 Bunga obligasi mungkin lebih rendah dibanding deviden yang harus dibayarkan kepada pemegang saham.
Bunga merupakan biaya yang dibebankan pada perusahaan yang dapat mengurangi kewajiban pajak sedangkan deviden adalah pembagian laba yang tidak dapat dibebankan sebagai biaya.
Sebaliknya juga terdapat hal yang kurang menguntungkan antara lain :
Bunga obligasi adalah beban tetap baik dalam keadaan perusahaan mendapat laba atau mengalami kerugian
Jika perusahaan tidak mampu membayar obligasi yang jatuh tempo, pemegang obligasi tetap mempunyai hak untuk menuntut pengembalian obligasi sedangkan pemegang saham tidak mempunyai hak demikian karena pemegang saham adalah pemilik perusahaan yang turut bertanggung jawab menanggung resiko kerugian perusagaan.
Jenis Hutang Jangka Panjang
Secara garis besar hutang jangka panjang digolongkan  pada dua golongan yaitu :
Hutang Hipotik : Hutang yang timbul berkaitan dengan perolehan dana dari pinjaman yang dijaminkan dengan harta tetap. Dalam penjanjian disebutkan harta peminjam yang dijadikan jaminan berupa tanah atau gedung. Jika  peminjam tidak melunasi pada waktunya, pemberi pinjaman dapat menjual jaminan tersebut yang kemudian diperhitungkan dengan hutang.
Hutang Obligasi : Hutang yang timbul berkaitan dengan dana yang diperoleh melalui pengeluaran surat-surat obligasi. Pembeli obligasi disebut pemegang obligasi. Dalam surat obligasi dicantumkan nilai nominal  obligasi, bunga pertahun, tanggal pelunasan obligasi dan ketentuan lain sesuai jenis obligasi tersebut.
 Hutang Jangka Pendek adalah kewajiban yang diharapkan akan dilunasi dalam waktu satu tahun atau satu siklus operasional perusahaan mana yang lebih lama (PSAK No. 9 Buku SAK 1994). Jenis – jenis Hutang Jangka Pendek
Hutang Dagang
Hutang dagang atau account payable adalah jumlah uang yang masih harus
dibayarkan kepada pemasok, karena perusahaan melakukan pembelian
barang atau jasa. Salah satu contoh hutang dagang adalah pembelian barang
dagangan atau peralatan kantor secara kredit. Hutang ini tidak memerlukan
surat atau perjanjian tertulis sehingga pelaksanaannya didasarkan atas rasa
saling percaya.

Hutang wesel atau Promes
Hutang wesel atau promes adalah kewajiban yang dibuktikan dengan
janji tertulis tanpa syarat untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal
yang telah ditentukan di kemudian hari. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa
hutang ini bersifat lebih formal dibandingkan dengan hutang dagang biasa.
Beban-beban yang masih harus dibayar (accrual liabilities)
Beban-beban yang harus dibayar adalah kewajiban terhadap beban – beban
yang telah terjadi, tapi belum dibayar karena belum jatuh tempo pada
akhir periode yang bersangkutan.
Hutang Deviden
Hutang deviden adalah deviden yang dapat dibayar sebagaimana
diumumkan oleh dewan komisaris perusahaan tapi pada akhir periode belum
dibayar dan dicatat sebagai hutang deviden
Market Timing
Perekonomian mempunyai siklus yang berulang-ulang seperti masa resesi dan pertumbuhan. sektor industri harus dilihat perkembangannya. Pemilihan sektor berpengaruh untuk pemilihan saham dan obligasi, misalnya menimbang sektor industri dan farmasii tahan terhadap resesi.
Konsentrasi dan Diversifikasi
Dalam dunia investasi, kita sering mendengar pentingnya diversifikasi untuk mengurangi risiko total portofolio
Dalam dunia keuangan, "portofolio" digunakan untuk menyebutkan kumpulan investasi yang dimiliki oleh institusi ataupun perorangan. Memiliki portofolio seringkali merupakan suatu bagian dari investasi dan strategi manajemen risiko yang disebut diversifikasi. Dengan memiliki beberapa aset, risiko tertentu dapat dikurangi. Ada pula portofolio yang ditujukan untuk mengambil suatu risiko tinggi yang disebut portofolio konsentrasi ( concentrated portfolio)
Melakukan diversifikasi untuk mendapatkan hasil investasi yang baik.
Perlindungan terhadap modal
Perlindungan modal dalam berinvestasi bisa di lakukan dengan cara melakukan penanaman modal atau berinvestasi.
Jadi perinsip maupun pengetahuan sumber sumber investasi sangat diperlukan sebelum berinvestasi agar tidak terpelosok dalam lobang yang dalam saran saya untuk berinvestasi sebaiknya anda mencaari cari info investasi apa yang prospek untuk masa mendatang agar uang yang kita investasikan bermanfaat dan berguna dan tidak sia sia.

Kamis, 13 Oktober 2011

Attitude Mahasiswa


Attitude atau sikap adalah bentuk refleksi atau cerminan dari filter nilai atau prinsip-prinsip hidup yang ada pada diri seseorang. misalnya pada saat pemilihan presiden yang dilakukan secara langsung, ketika seluruh masyarakat berhak memilih siapa yang mereka pilih untuk menjadi pemimpin bangsa. bagi masyarakat yang merasa bahwa visi dan misi calon presiden dan calon wakil presiden pada setiap pemilihan umum disampaikan tidak lebih hanya sebagai janji-janji kosong yang tidak pernah dipenuhi.

Filter nila yang mereka miliki adalah bahwa siapapun calon presiden dan wakilnya yang berlaga pada setiap pemilihan umum tidak memberikan harapan untuk menuju kehidupan yang lebih baik bagi rakyatnya pada waktu-waktu berikutnya.

Sehingga filter nilai yang dimiliki sebagian masyarakat seperti ini akan tercermin dari sikap apatis terhadap pemilihan umum dan tidak menggunakan hak pilihnya atau memilih untuk golput. Sedangkan bagi sebagiian masyarakat yang memiliki rakyat dari visi dan misi yang disampaikan oleh para calon, akan mengambil sikap untuk menggunakan hak pilihnya pada pemilu tersebut. Jadi, sikap seseorang akan tercermin dari filter nilai yang dimilikinya.

Sikap yang dimiliki seseorang sangat berpengaruh terhadap kinerjanya dalam melakukan tugas dan pekerjaanya. Sebagai contoh, seseorang yang memiliki filter nilai yang menyatakan bahwa memberikan manfaat kepada orang lain adalah suatu kesuksesan hidup, maka sikap yang terpancar darinya adalah sikap yang selalu ingin melayani orang lain. Dengan sikapnya tersebut, dia akan bisa ditempatkan pada posisi customer service misalnya, karena posisi tersebut sesuai dengan sikap yang dimilikinya dan tentu saja akan menghasilkan kinerja yang baik dalam menjalankan pekerjaannya.

Contoh lainnya adalah perkuliahan di perguruan tinggi. seorang dosen yang berprinsip bahwa segala sesuatunya harus jadi uang, barangkali akan bersikap transaksional terhadap institusinya. Sikap ini dicerminkan dalam tindakan-tindakannya semisal memprioritaskan kuantitas pengajaran daripada kualitas pengajaran. Dosen model begitu akan mengajar tidak sepenuh hati. kurang memberikan kesempatan kepada mahasiswanya untuk bertanya, berargumen, atau berdiskusi mengenai mata kuliah yang diajarkannya. yang penting dia sudah menggugurkan kewajibannya mengisi jam kuliah kepadanya, tidak lebih.

Sebaliknya, dosen yang memiliki filter nilai bahwa mengajar itu merupakan bentuk pengabdian kepada institusi, berupa pemberian ilmu dan manfaatnya kepada para mahasiswa, serta berprinsip bahwa kewajiban manusia adalah berikhtiar-kalau dia seorang dosen melalui transfer ilmu-untuk menjemput rezekinya yang telah diatur dan ditentukan oleh Tuhan Yang Maha Esa, akan bersikap lebih baik mementingkan kualitas pengajaran dan secara otomatis berdampak pada kuantitas pengajaran yang dipersyaratkan. Dosen ini akan merefleksikan sikapnya dalam tindakan-tindakannya untuk membuka ruang bertanya, berargumentasi, berdiskusi, dan sebagainya. Intinya, dosen mengajar dengan sepenuh hatinya.
Sikap yang dimiliki para mahasiswa pun bisa berbeda, bergantung pada filter nilai yang ada pada dirinya. Ada yang berprinsip bahwa kuliah hanya untuk memenuhi keinginan orangtuanya, sehingga sikap negatifnya adalah acuh tak acuh saja terhadap perkuliahan, karena kuliah bukan keinginannya. Mahasiswa yang bersikap positif dengan belajar sungguh-sungguh demi pengabdian yang tulus pada orangtuanya. Ada yang menyatakan bahwa dengan mengikuti kuliah akan memberikan bekal untuk sukses ketika menjadi propesional pada industri-industri. Atau ada yang hanya bersikap hura-hura, hidup glamor, dan lain-lain. Kuliah hanya mencari status sebagai mahasiswa saja.

Begitu penting sikap ini, sehingga ilmu pengetahuan yang dimiliki dan keterampilan yang dipahami akan sia-sia saja manakala seseorang memiliki sikap yang negatif. Artinya suatu institusi pendidikan yang hanya memberikan banyak ilmu pengetahuan kepada peserta didik tanpa dibarengi dengan pendidikan sikap yang baik, maka dipastikan hanya akan melahirkan manusia-manusia yang pintar dari segi logika-matematika. Akan tetapi mahasiswa mungkin kurang dalam pemahaman tentang norma-norma agama dan yang berlaku dalam kehidupan masyarakat yang sarat dengan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran sebagai nilai dari sikap yang positif.


6 Sikap ( Attitude ) Penentu Kesuksesan Bisnis Online



Dalam bahasa inggris, attitude berarti keadaan mental yang melibatkan kepercayaan diri, nilai dan watak untuk menyikapi suatu keadaan.Menjadi sukses (dalam hal apapun yang terbayangkan) tentunya juga menjadi tujuan utama setiap manusia.Menurut Doug Dwyer, untuk menjadi sukses setidaknya ada 6 attitude yang harus dimiliki oleh tiap individu.

1. Kerja Keras.
Setiap kesuksesan selalu membutuhkan kerja keras. Adakah kita sudah menyisihkan waktu untuk minimal 2 jam per hari untuk membangun bisnis online? , berapa artikel yang sudah anda buat per minggu? berapa jam sudah anda investasikan untuk sharing dan belajar bersama para praktisi bisnis online per bulan?

2. Disiplin.
Attitude ini meliputi orang yang disiplin, cara berpikir yang konsisten dan disiplin dalam bertindak. Anda juga harus disiplin untuk terus memantau perubahan yang terjadi, dan disiplin untuk terus berubah menjadi lebih baik sesuai tuntutan pasar.

3. Tekun.
Untuk mencapai anak tangga ke-100 anda terlebih dahulu menginjak tangga ke-1.

4. Menerapkan Best Practices.
Best Practices maksudnya segala hal yang berhubungan dengan bisnis haruslah dilakukan sesuai dengan metode terbaik yang dilakukan oleh orang-orang yang lebih berhasil. Untuk ini anda harus melakukan riset yang cukup untuk mempelajari best practices di setiap bidang.

5. Lakukan dengan benar dan lakukan sebaik-baiknya.
Melakukan suatu hal yang berhubungan dengan bisnis haruslah dengan cara yang benar dan harus dilakukan dengan sebaik-baiknya. Setiap elemen yang harus ada dalam pengerjaan suatu pekerjaan haruslah dipenuhi. Ini tidak mudah jika anda adalah orang yang berpikir untuk melewatkan suatu elemen untuk dikerjakan dan berharap hasil pekerjaan akan tetap sama.

6. Yakin.
Apapun yang sedang anda rintis atau sedang dilaksanakan harus anda yakini keberhasilannya dengan hati anda sendiri. Jika anda sendiri tidak yakin akan kesuksesan dari apapun yang sedang dilakukan sekarang. Anda tidak layak untuk sukses.

Jelaslah, untuk menjadi sukses yang sebenarnya anda harus memiliki attitude yang cukup untuk menjadi sukses. Jika anda masih bermimpi suatu saat anda terbangun di pagi hari dan mendapati anda telah sukses, sebaiknya anda harus segera bangun sekarang juga.
Semua orang ingin jadi orang sukses, tapi apakah kita yang sekarang ini pantas?


ATTITUDE


Attitude is Everything - Sikap adalah Segalanya

Attitude is a little thing, but can make big differences. – Sikap adalah suatu hal kecil, tetapi dapat menciptakan perbedaan yang besar.
Sikap berperan sangat penting terhadap kesuksesan atau kebahagiaan seseorang. Sejumlah ilmuwan dari universitas terkemuka di dunia mengungkapkan bahwa manusia dapat menggali potensinya secara lebih mendalam dan luas dengan sikap yang positif. Berdasarkan hasil penelitian terhadap ribuan orang-orang yang sukses dan terpelajar, berhasil disimpulkan bahwa 85% kesuksesan dari tiap-tiap individu dipengaruhi oleh sikap. Sedangkan kemampuan atau technical expertise hanya berperan pada 15% sisanya.
Sikap mempunyai peran yang lebih besar di bidang bisnis jasa maupun bisnis pemasaran jaringan. Sikap berperan pada 99%, jauh lebih besar dibandingkan peran keahlian yang hanya 1%. Dapat dikatakan bahwa mencapai sukses di bisnis jasa maupun bisnis pemasaran jaringan sangatlah gampang, selama dilakukan dengan sikap yang positif. Ada sebuah kata-kata bijak yang menyebutkan, “Your attitude not aptitude determine your altitude – Sikap Anda bukanlah bakat atau kecerdasan, tetapi menentukan tingkat kesuksesan Anda.”

Pengaruh Kekuatan Spiritual, Impian dan Antusiasme Terhadap Sikap Seseorang

Sikap positif dapat terus ditingkatkan, tentu saja memerlukan waktu cukup lama dan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor spiritual atau kemampuan untuk bersyukur, aspirasi atau kemampuan menciptakan impian dan kekuatan atau semangat dalam diri manusia itu sendiri sangat mempengaruhi sikap seseorang. Faktor-faktor tersebut memberikan kontrol terhadap sikap seseorang dalam memilih respon terbaik atas kejadian-kejadian yang dialami.
Kekuatan spiritual berpegaruh terhadap kemampuan seseorang dalam melihat sisi positif dari setiap kejadian. Kekuatan keimanan menjadikan seseorang akan mampu mengartikan semua fenomena hidup ini sebagai pelajaran berharga, yang dapat membangkitkan nilai lebih dalam diri.
Contohnya saja Helen Keller, meskipun kehilangan fungsi indra pendengaran dan penglihatan sejak usia 19 bulan, ia masih selalu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. “Aku berterima kasih kepada Tuhan atas segala cacatku. Karena cacat yang kuderita, aku berhasil menemukan diriku sendiri, pekerjaanku dan Tuhanku,” kata sarjana lulusan Harvard University di Amerika itu. Dengan kekuatan keimanan ia dapat melakukan fungsinya sebagai umat manusia secara optimal, yakni sebagai seorang penulis karya sastra dan guru bagi orang-orang buta dan tuli.
Selain itu, kekuatan spiritual merupakan kontrol yang sangat efisien terhadap sikap seseorang. Sehingga orang itu tetap memiliki tekad yang kuat untuk berusaha dengan cara-cara yang positif tanpa kenal putus asa. Kekuatan spiritual mengarahkan sikap seseorang dan pikirannya kepada hal-hal yang positif, tidak dihantui oleh rasa tidak percaya diri, malas, dan sikap negatif lainnya.
Sikap juga dipengaruhi impian. Seseorang yang selalu dapat memperbarui impian akan cenderung bersikap berani, rajin, percaya diri atau bersikap lebih positif. Impian yang besar akan menjadikan seseorang berusaha mengadaptasikan sikap mereka menjadi penuh tenggang rasa, jujur, hormat, tegas, insiatif, berjiwa besar dan lain sebagainya. Orang yang mempunyai impian akan selalu dapat mengendalikan sikap dengan pikirannya.
Oleh sebab itu, letakkan satu standar yang lebih tinggi, sehingga potensi diri kita dapat ditingkatkan. William Faulkner, seorang novelis peraih hadiah nobel, mengatakan, “Impikan dan bidiklah selalu lebih tinggi daripada yang Anda sanggupi. Janganlah hanya bercita-cita lebih baik daripada pendahulu atau sesama Anda. Cobalah menjadi lebih baik daripada diri sendiri.” Artinya, kita senantiasa memerlukan impian sebagai kontrol terhadap sikap dan mencapai kemajuan hidup yang berarti.
Selain impian, ada satu hal yang penting disini yaitu antusiasme. Kata itu berasal dari bahasa Yunani, yaitu en theos artinya God in you – Tuhan bersamamu. Disaat kita sedang bersemangat, pada saat itulah Tuhan senantiasa mendampingi kita. Dengan semangat itulah manusia menciptakan impian yang lebih besar, berusaha memperoleh kemajuan-kemajuan serta mencapai sukses. Elbert Hubbart pun menegaskan, “Nothing great has ever been accomplished without enthusiasm. – Tidak ada satupun kemajuan menakjubkan untuk diraih tanpa antusiasme.”
Semangat dapat terus ditingkatkan dengan mengisi setiap detik waktu kita dengan kebiasaan-kebiasaan yang konstruktif. Kebiasaan-kebiasaan positif itu diantaranya mendengar, membaca, berbicara dan bergaul dengan orang yang positif. Jika seseorang dapat mempertahankan dan meningkatkan semangat hidup dalam dirinya, maka sikapnya menjadi lebih terarah hingga dapat menikmati hal-hal yang benar-benar menakjubkan di dunia ini.
Sikap yang benar-benar didasari oleh faktor-faktor spiritual, impian dan antusiasme yang kuat pada kenyataannya selalu positif. Sikap positif itu sendiri sangat mempengaruhi seseorang untuk dapat mengekplorasi seluruh potensi diri dan meraih kesuksesan maupun kebahagiaan. Sikap ternyata yang terpenting bagi kemajuan atau kebahagiaan Anda saat ini dan di masa-masa yang akan datang. Oleh sebab itu dikatakan bahwa sikap adalah segala-galanya – Attitude is Everything.